[Book Review] Wedding with Converse - Inggid Sonya


Judul Novel: Wedding with Converse
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Pradita Seti Rahayu
Terbit: Maret, 2017
Tebal: 436 halaman
ISBN:978-602-04-0095-2

***

Blurb: 
Raskal dan Joana, dua orang siswa SMA yang kini sedang dijerat putus asa akan kenyataan hidup.
Mereka bersahabat dari kecil, namun persahabatan itu harus putus karena terjadinya sebuah peristiwa; Joana hamil dan Raskal terjebak lingkup narkoba.

Cita-cita, harapan, dan juga ngan-angan musnah sudah untuk keduanya. Raskal, yang tidak lain tidak bukan adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan Joana, terpaksa harus menikahi gadis itu. Namun, sekali lagi ditegaskan, walau Raskal adalah sahabat kecilnya, kini Joana menganggap Raskal hanya sebagai laki-laki brengsek yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Raskal pikir, pernikahan adalah ujian terberatnya. Tapi, saat waktu terus bergulir dan dia menyadari orang-orang yang dicintainya mulai pergi meninggalkannya, Raskal baru mengerti kalau dirinya memang tidak bisa tertolong lagi.

***

Aku menjadikan Inggrid Sonya sebagai salah satu penulis Indonesia kesukaanku dan menjadi satu-satunya penulis di Wattpad yang bukunya selalu aku tunggu tanpa menunggu review dari yang lain. Aku menyukai karya kak Inggrid semenjak aku membaca novel pertamanya, Revered Back. Aku selalu berharap supaya kak Inggrid menerbitkan novelnya setiap tahun, karena aku merasa rindu dengan tulisannya setiap saat. Ah, dan satu lagi, novel kak Inggrid selalu membuatku cry over. Sebenarnya aku jarang menangis saat membaca novel, tapi entah mengapa, kak Inggrid selalu berhasil membuatku menangis karena konflik dan diksi yang dia buat.

Saat aku tahu jika kak Inggrid membuka PO Wedding with Converse ini, aku langsung mengikuti PO-nya. Karena sayang kalau nggak ikut PO penulis kesukaan kita, kan. Dan aku juga sangat bersyukur mengikuti PO ini, karena aku mendapaktan notebook exclusive-nya, yeay! Aku tidak ragu untuk mengikuti PO ini juga karena aku sudah percaya dengan penerbitnya sendiri, Elex Media. Yang terakhir, aku berharap jika kak Inggrid akan menerbitkan salah satu ceritanya lagi--dan semoga itu 'Menunggu Pagi', karena aku sangat menyukai cerita itu. Nah, kita balik lagi ke topik awal, yaitu memberikan review Wedding with Converse.

***

Di blrub, kak Inggrid sudah menjelaskan secara gamblang konflik di dalamnya: Joana yang hamil karena Raskal, Raskal terjebak di lingkup narkoba, hingga Raskal ditinggalkan oleh orang-orang yang dia sayang. Pasti udah bisa ngira-ngira, kan, siapa yang ninggalin Raskal?

Konflik yang diangkat merupakan masalah-masalah yang sering dialami oleh remaja masa sekarang ini; kekerasan, hamil di luar nikah, narkoba, broken home, dan masih banyak lagi. Dan menurut pengamatanku selama ini, kak Inggrid selalu mengangkat masalah 'broken home' *sok tahu*, karena dari novel pertamanya yang sudah aku baca--Revered Back--sampai yang masih ada di Wattpad pun pasti salah satu tokohnya ada yang 'broken home'.

Meski sudah diceritakan secara gamblang di bagian blurb, tetap saja cerita ini membuatku menangis. Saat membacanya, aku merasa seperti sedang mengalami masalah itu, jadi aku terbawa arus ceritanya.

Aku kira WWC ini akan membahas konflik dari Joana, tapi tebakanku salah, ternyata yang diceritakan itu konflik utama dari Raskal. Buku ini akan membuat kita sadar, jika dunia itu tidak sebaik apa yang kita kira, dunia itu luas and such a cruel things. Dan jangan pernah main-main sama sesuatu yang berbahaya, karena itu akan ngerusak kita ke depannya.

***

Aku lumayan kaget saat baca bab pertama, kenapa? Soalnya di bab awal udah disuguhin sama masalah 'itu'. Terus aku mikir, kalau di awal aja udah diceritain gini, bakalan pendek, dong? Kenapa ini lumayan tebel? *ngga termasuk side story* Tapi ternyata masih ada masalah lain lagi, yang bisa bikin aku nangis mulu. Sebenarnya aku suka dengan cerita yang langsung menyuguhkan konflik utama, karena alurnya jadi cepet gitu, kan. Entah kenapa, aku dari dulu ngga terlalu suka sama cerita yang memiliki alur lambat. Sebenarnya ending dari cerita ini juga sangat mudah tertebak--bagiku.

Aku suka dengan masalah-masalah yang dihadapi masing-masing tokoh, karena bisa memberikan pelajaran hidup untukku dan bisa membuatku tahu apa yang harus aku lakukan saat dihadapkan dengan masalah yang sama, *jangan sampai, lah*. Dari cerita ini aku juga sadar, kalau ternyata laki-laki itu juga memiliki konflik batin yang bahkan lebih parah dari perempuan. Bedanya, kalau laki-laki memiliki suatu masalah, mereka enggan untuk curhat dan memilih merusak diri mereka sendiri.

Meski aku suka dengan alurnya, tetap saja ada yang membuatku tidak suka. Adegan pada halaman 209 sampai halaman 212--waktu Reon dan Raskal bertemu di rumah sakit. Bagiku, itu terlalu drama dan sinetron. Aku sangat tidak suka dengan adegan itu.

***

Untuk karakternya, aku menyukai Raskal dan Gavin--aku nggak bisa milih--siapa, sih, yang nggak akan baper sama cerita mereka? Meski mereka tokoh kesukaanku, tapi terkadang aku juga sebal dengan tingkah mereka. Apalagi sifat mereka yang suka menutupi perasaan sendiri dan terlalu gegabah untuk melakukan suatu tindakan. Aku juga tidak suka dengan sifat mereka yang pesimis, mereka belum mencoba tapi udah ngomong mustahil duluan.
Seperti di side story Gavin, waktu dia mau jujur tapi karena pesimis duluan malah ngga jadi bilang. Padahal dia kan udah nunggu waktu itu datang, tapi kenapa dia malah jadi nyebelin sih, waktu itu?! Kan gemes jadinya.
Awalnya aku sangat-sangat benci dengan Raskal, karena penjelasan kenapa kejadian 'itu' bisa terjadi. Aku berpikir, kenapa dia tega seperti itu? Hanya dengan alasan yang--menurutku--tidak bermutu. Tapi, semakin ke belakang aku menjadi semakin respect dengan Raskal, karena dia memiliki kemauan yang kuat dan mau terus berjuang menghadapi masalahnya. Meski dia sempat pesimis dengan hidupnya juga.

Menurutku, sifat Raskal dan Gavin itu hampir sama, mereka sama-sama suka memendam rasa. Mereka juga merupakan anak broken home, memiliki konflik kehidupan yang rumit, dan suka merusak diri mereka sendiri. Seperti karakter SMA pada umumnya, mereka itu berandal dan suka berantem. Meski Raskal merupakan laki-laki yang nakal, dia aslinya pintar. Berbeda dengan Gavin yang hampir putus asa dengan cita-citanya, tapi untung saja ada Reza dan Raskal yang memberinya semangat untuk terus berusaha untuk menggapain cita-citanya.

Dan Reza--teman Raskal dan Gavin--memiliki sifat yang lucu. Tapi dibalik sifatnya itu, dia juga memiliki masa lalu yang menyakitkan--yang mau tahu. baca aja, ya. Karena ada tokoh Reza ini, isi cerita menjadi lebih berwarna, ada unsur kelucuan sifat Reza ini. Jadi tidak terlalu kelam, lah.

Aku sangat menyukai cara Raskal, Gavin, dan Reza bersahabat. Meski mereka 'rusak'--kecuali Reza--tapi bisa tetap saling menguatkan dan akhirnya bisa kembali ke jalan yang benar. Mereka juga saling membantu. Meski mereka sama-sama 'rusak', tapi mereka sebenarnya ngga mau liat sahabatnya 'rusak'. Pokoknya mereka goals bangettt!๐Ÿ’™

Joana, tokoh utama perempuan novel ini, entah kenapa aku kurang suka dengan dia. Dia terkesan seperti selalu menyalahkan Raskal, meski hanya pada waktu awal-awal aja, sih. Tapi aku juga suka sama dia karena tetep mau berjuang bareng sama Raskal. Sejujurnya, aku tidak terlalu bisa menilai karakter perempuan, meski aku sendiri juga seorang perempuan.

Karakter perempuan yang aku suka itu Shinta, temen Joana. Aku merasa kalau kelakuan dia itu lucu, malu-malu tapi mau gimana gitu. Sama seperti yang lain, dia juga suka menyembunyikan perasaan dia. Pasti udah pada tahu, kan, siapa pasangan dia di novel ini? Side story WWC ini isinya kisah Shinta sama Gavin. Di cerita side story, aku merasa gemas dengan mereka berdua. Tentang bagaimana mereka bisa kenal untuk pertama kalinya. Pokoknya lucu, deh! Entah kenapa, aku bisa ngakak waktu tahu gimana cara mereka bisa ketemu๐Ÿ˜ญ.

Untuk terakhir, aku ngga suka sama ayah Joana. Seharusnya sebagai ayah dia bisa mendukung dan menunjukkan yang terbaik untuk anaknya, bukan malah membiarkan begitu saja. Apalagi setelah kejadian yang terjadi pada halaman 212 itu. Kalau mau tahu, baca aja, ya.

Tapi ada yang membuatku kecewa juga pada tokoh yang dibuat kak Inggrid di sini, bukan karena karakternya, tapi karena penggambaran karakternya tidak terlalu jelas dan terlalu sedikit, jadi aku ngga ada bayangan nyata bagaimana wujud tokoh-tokoh ini. Rasanya ada yang kurang aja, kalau ngga ada penggambaran jelasnya.

***

Nilai tambahnya, seperti ciri khas Inggrid Sonya, di setiap awal bab akan ada diksi-diksi yang menggambarkan perasaan Raskal, I guess, dan tahu sendiri lah diksi yang dibuat kak Inggrid itu seperti apa:') yang jelas mah, dalem. Aku akan mengutip satu dari diksi itu:

"Terkadang kau bisa menjadi segala hal yang dibutuhkan. Dan terkadang pula kau bisa menjadi segala hal yang menghancurkan." --hal 1.

Kenapa aku menyukai karya kak Inggrid? Karena dia selalu menyuguhkan cerita yang berbeda dengan author Wattpad lain. Konflik yang diangkat juga tidak cheesy, cenderung mengandung masalah serius untuk remaja sekarang ini dan bisa membuatku sadar akan kenyatan jika dunia itu kejam, tapi juga bisa memberiku semangat dan motivasi hidup. Aku sangat merekomendasikan karya-karya Inggrid Sonya untuk para remaja, supaya mereka sadar, mana yang salah dan mana yang benar, mana yang harus dijauhin dan mana yang harus dipertahanin. Dan untuk kalian yang putus asa akan hidup atau pun cita-cita, bisa baca ceritanya juga, karena di dalam buku ini kita diajarkan untuk terus berjuang dengan hidup kita walau itu sulit dan bahkan mustahil untuk dibenarkan lagi. Kita juga diminta untuk terus berjuang menggapain mimpi kita, jika orang rusak seperti Raskal atau Gavin aja bisa, kenapa kita yang tidak memiliki masalah sebesar mereka tidak bisa?

Oh, iya, aku menemukan lagu yang cocok dengan novel Wedding with Converse ini, lagunya Isyana yang berjudul Mimpi. Lirik lagunya itu, menurutku, sangat pas dengan hatinya Raskal. Coba deh kalian baca novel ini sambil dengerin lagu itu.

***

Hmm, mungkin untuk buku ini aku cuman bisa kasih 3,5๐ŸŒŸs. Jika dibanding Revered Back, aku lebih suka RB, konflik batinnya lebih terasa gitu. Ngga sabar buat nunggu buku kak Inggrid yang lain ><.

 See you in next review! ๐Ÿ˜‰.

CONVERSATION

0 comments:

Back
to top