[Book Review] Petjah - Oda Sekar Ayu



Judul Novel: Petjah
Penulis: Oda Sekar Ayu
Penerbit:Elex Media Komputindo
Genre: Teenfict
Penyunting: Afrianty P. Pardede
Design Cover: Arieza Nadya
Terbit: 2017
Tebal: 328 hlm
ISBN: 978-602-02-9595-4

***

Hai! Akhirnya, setelah beberapa minggu aku menghilang, aku muncul lagi. Nah, dikesempatan kali ini, aku akan memberikan review Petjah karya Kak Oda. Novel ini juga merupakan salah satu novel yang sebelumnya pernah terbit di Wattpad. Sebenernya aku agak nyesel nggak ikutan POnya, karena postcard yang didapet waktu PO itu lucu :(

Sebelum mulai membaca review, sebaiknya kalian baca blurb di bawah ini terlebih dahulu, ya!

***
Blurb: 
Nadhira menyayangi Dimas, tetapi Dimas membenci Nadhira.
Semesta menyayangi Nadhira dan memberinya satu permintaan untuk dikabulkan.
Nadhira meminta Dimas beserta hatinya.
Permintaannya pun dikabulkan semesta.

Kemuadian hadir satu orang lagi dalam permainan ini. Biru.
Biru menyayangi Nadhira, namun bisakah Nadhira menyayangi Biru?

Satu dari seribu, aku mau kamu.
Adalah puisi hati Nadhira untuk cinta pertamanya.

Satu dari seribu, memng harus kamu.
Adalah sepenggal puisi harapan Biru untuk masa depannya.

Semesta mempermainkan Nadhira dan membuat hidupnya petjah.

***

Blurb-nya menarik, bukan? 
Nah, jadi udah tahu, kan, siapa aja karakter yang akan aku bahas di reviw kali ini? Yup! Karakter itu adalah Nadhira, Biru, dan Dimas. Oh, iya, masih ada satu karakter lagi, yaitu Miraใ…กteman dekat Nadhira. Kak Oda udah berhasil bikin aku jatuh cinta sama setiap karakternya, terutama sama Biru. Menururtku, setiap karakter di sini itu lovable banget. Mereka punya khas tersendiri gitu, kayak Dimas yang orangnya pintar banget, tapi sayang, dia nggak pintar masalah percintaan. Nadhira dan Biru juga memiliki kekhasan tersendiri, yaitu pandai tentang sebuah karya sastra, terutama puisi. 

Nadhira dan Dimas adalah anak akselerasiใ…กkelas sebelas, sedangkan Biru anak kelas dua belas. Jadi karena Dhimas dan Nadhira anak akselerasi, mereka nantinya akan lulus bareng sama Biru juga. Di novel ini, kecerdasan Dimas sangat terlihat jelas dari setiap dialog percakapan yang ada dan kata-kata yang dia gunakan untuk berbicara dengan Nadhira. Seperti percakapannya dengan Nadh pada halaman 165.

Nadhira sendiri kepintarannya tidak terlalu menonjol, yang menonjol hanya ke-elokan karya sastra yang dia buat dan juga kepintarannya dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu? Nggak ada. Aku sendiri juga suka banget sama puisi yang Nadh buat, nanti aku bakal cantumin di bawah ya, puisi favorit aku di novel ini.

Biru juga sama seperti Nadh, ia sangat suka membuat puisi. Namun, karena ada suatu kejadian pahit di masa lalunya, Biru jadi nggak pernah bermain dengan aksara lagi. Karena kejadian masa lalu itu juga, Biru jadi anak yang suka berantem. Meski dia suka berantem, tapi dia sangat menghargai orang lain, dan prinsip dia saat berantem itu 'nggak boleh pakai senjata apa pun' tangguh, kan dia? Menurutku dia sangat romantis dan suka memperhatikan hal-hal kecil tentang Nadh, jadi ya, pasti kalau ada laki-laki seperti Biru di dunia, aku bakal jadi orang pertama yang akan baper sama dia๐Ÿ™ˆ. 

Untuk karakter Mira, aku suka sama dia karena dia itu perhatian banget sama sahabatnya. Meskipun sahabatnya nggak curhat ke dia, dia tahu kalau sahabatnya baru ada masalah. Mira juga bukan tipe orang yang suka maksa, jadi kalau Nadh belum mau cerita sama dia, dia bakal nungguin sampai Nadh cerita sendiri ke Mira. Friendship goals, kan?

***
Yang aku suka dari novel ini adalah setiap bab ada penggalan quotes yang meaningful banget buat para pembaca biar tambah dapet feels ketika membacanya. Aku juga suka karena di sini banyak membahas karya sastra dan ada banyak puisi buatan Biru dan Nadh yang tercantum.

Di sini POVnya ganti-ganti. Jadi ada POV dari Nadh, Dimas, dan Biru. Tapi tetap saja, banyak yang menggunakan POV dari Nadh, karena dia adalah tokoh utamanya. Aku lumayan suka dengan pergantian POV ini karena, kita para pembaca jadi tahu apa yang dirasakan setiap karakternya pada adegan tertentu.

Gaya penulisannya juga cukup unik karena ada yang menggunakan bahasa kekinian, seperti; utas, aud, agit, tubir, dll. Awalnya aku bingung dengan kata itu, tapi lama-lama aku sadar kalau tenyata itu cuman dibalik aja. Jadi ya, yang awalnya nggak tahu, jadi tahu, deh. Menurutku juga itu bahasanya lucu, beda aja gitu, dari novel yang lain.

Kesalahan penulisan? disetiap buku pasti tetep aja ada kesalahan penulisan, ya. Di novel ini pun begitu, masih ada typo dan ada yang kurang spasi juga. Tapi kesalahan itu nggak mengganggu proses membaca, kok.

Aku sendiri sebenarnya kurang suka sama ending ceritanya, aku ngerasa seperti ada yang kurang gitu. Tapi jujur aku suka melihat mereka berdua bersama. Hanya saja, kurang membekas di hati.

Poin plus dari buku ini itu, cover buku yang sangat cantik! di cover itu, ada seorang perempuan yang memegang payung biru di bawah guyuran hujan, terlihat sangat kalem, bukan?

***

Sesuai yang udah aku katakan tadi, aku akan mencantumkan puisi karya Nadhira dan Biru.

Puisi Nadhira:

Lonceng terdengar mengucap salam
Nuri mencicit membagi pagi
Matahari hangat bulan lumat
Aku tertambat

Pada angkasa raya dan perputaran bergejolak
Sesosok indah menenangkan
Bagai ilusi dan mimpi
Salam yang terpenuhi

Dalam dekapmu, aku menitipkan sendu dan ragu
Dalam pelukmu, aku serahkan sejuta pintaku
Agar kamu tahu satu hal
Satu dar seribu, memang harus kamu

Puisi Biru:

 Sunyi adalah diam
Sepi adalah diam
Kalut kala sunyi
Takut karena sepi
Maka kalut jadi diam
Lalu takut pun tetap diam
Diam-diam dia diam
Bersendiri dengan diam
Ketika bising meredam
Rindu dan dendam
Akan satu titik kelam
Kemudian berbuah diam 
Diam-diam dalam diam 
Hidup direnggut agar hitam
Kuhentikan waktu lebam
Diam-diam dalam diam
Biar selamanya aku diam
dengan diam-diam
berhenti di bulan ini, 
tak sampai bulan sebelas,

Puisi buatan Biru memang terkesan gelap daripada puisi buatan Nadhira. Tapi aku tetap suka sama puisi Biru, karena artinya lebih menyentuh hati.

***

Overall, I give this book 3/5๐ŸŒŸs!






CONVERSATION

0 comments:

Back
to top