Judul Novel: P.S. I Like You
Penulis: Kasie West
Penerbit: Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Seplia
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Cover: Chyntia Yanetha
Terbit: November, 2016
Tebal: 368 hlm
ISBN: 978-602-74322-6-0
***
Saat sedang melamun di kelas Kimia, Liliy menuliskan sebaris lirik lagu favoritnya di meja. Hari berikutnya, dia menemukan seseorang telah melanjutkan lirik itu dan bahkan menulis pesan untuknya!
Tak lama, Lily dan sahabat pena misteriusnya itu mulai berbagi surat dan rahasia, saling memperkenalkan band favorit mereka, dan mulai terbuka satu sama lain. Bahkan, Lily merasa mulai menyukai orang yang menulis surat-surat itu. Hanya saja, siapa dia?
Lily mencoba mencari tahu siapa teman misteriusnya, tapi siapkah dia mengetahui kebenarannya?
***
Di sekolah, Lily memiliki nama julukan 'magnet' di buku ini juga dijelaskan mengapa dia dipanggil seperti itu. Sifat Lily itu sebenarnya terlalu pesimis, seperti saat ia takut gagal dengan lagu-lagu yang dia buat. Lily lebih menyukai tempat yang sepi dari pada ramai, ia juga sering menuliskan kata-kata yang ia temukan dan jarang digunakan untuk referensi tulisannya, hal ini sebenarnya sama denganku, jadi aku tahu apa yang dirasakan Lily. Lily ini orangnya lucu, aku pernah dibuat senyum sekaligus tertawa karena membaca buku ini, tapi sayang aku lupa di bagian mana. Ia juga hanya memiliki satu sahabat yang sangat baik dan setia, yaitu Isabel. Isabel juga berusaha keras untuk Lily, ia berjuang membantu Lily mencari pacar meski usahanya sia-sia, sedangkan Lily malah tidak pernah cocok dengan pilihan Isabel. Lily ini sebenarnya termasuk dalam kategori 'menyedihkan' untuk anak SMA sekarang ini, karena dia hanya memiliki satu teman dan selalu dipermainkan oleh Sasha. Sasha itu memang orang yang sangat menyebalkan, huh! Lily memiliki dua adik bernama Jonah dan Wyatt, dan satu kakak perembuan bernama Ashley. Lily memanggil adiknya dengan sebutan "Makhluk Nomor Dua"--untuk adiknya yang paling kecil, begitu pula untuk adiknya yang pertama. Menurutku panggilan itu lucu.
Lucas, laki-laki yang awalnya disukai Lily. Aku sebenarnya berharap dia akan sering muncul dan mengganggu kedekatan Lily dengan si 'itu',oke, ini emang jahat. Tapi ternyata Lucas tidak terlalu sering muncul, apalagi mengusik kedekatan Lily dengan si 'itu'. Lucas ini semacam telat menyatakan perasaannya, persis dengan laki-laki zaman sekarang yang sering ragu-ragu untuk menyatakan perasaan dan ternyata sudah telat. Telat bukan dalam artian sudah punya pacar atau apa, tapi karena awalnya orang itu suka dan ngga pernah digubris akhirnya dia menyerah, dan beberapa hari kemudia kamu malah menyatakan perasaanmu. Ini emang mengandung sedikit curahan hati, maaf😂.
Cade Jennings, laki-laki populer di sekolah Lily sama seperti si Lucas. Bedanya, Lucas itu baik dan Cade ini sangat menyebalkan. Tapi tindakan dia saat terakhir itu sangat-sangat manis, tahu kan bagian mana yang kumaksud. Aku sempat gemas dengan tindakan Cade saat berusaha menangkap Kelinci Jonah dan Wyatt itu.
Yang terakhir adalah keluarga Lily. Keluarga Lily menurutku memang sangat aneh, terlebih lagi kedua orang tuanya. Mereka juga memiliki berbagai tradisi yang membuatku menyebut mereka ini 'aneh'. Meski aneh, tapi kelakuan mereka itu yang paling aku suka dalam buku ini, selalu berhasil membuatku senyum atau tertawa. Wyatt dan Jonah adalah tokoh kesukaanku di sini. Oh, ya, jangan lupa dengan kelinci mereka juga! Mereka sangat-sangat menggemaskan >.<
"Kesepakatan bukan kata yang akan kupilih. Kata itu menyiratkan bahwa kami berdua boleh mengemukakan pendapat tentang masalah ini. Kata yang lebih tepat adalah undang-undang, keputusan... titah." –Lily Abbott
Pada bab pertama, Lily sudah menjadi sasaran guru Kimianya karena dia tidak memperhatikan saat pelajaran dan seharusnya Lily mencatat materi tersebut, bukan malah mencatat kata-kata apapun yang ada di dalam otaknya. Sejak itu, gurunya memutuskan untuk melarang Lily membawa buu catatan, ia hanya diperbolehkan membawa kertas saja.
Semua kejadian yang Lily alami berawal dari kelas Kimia yang ia ikuti. Saat dalam kelas Kimia itu, Lily merasa bosan dan memutuskan untuk menuliskan sebuah lirik dari Blackout--band favoritnya--di meja tempat dia duduk. Ke-esokan harinya, Lily mendapati lirik itu sudah dilanjutkan seseorang dan ada sebuah pesan yang ditinggalkan untuk Lily. Mulai saat itu, mereka sering surat-menyurat saat di kelas Kimia.
Semua kejadian yang Lily alami berawal dari kelas Kimia yang ia ikuti. Saat dalam kelas Kimia itu, Lily merasa bosan dan memutuskan untuk menuliskan sebuah lirik dari Blackout--band favoritnya--di meja tempat dia duduk. Ke-esokan harinya, Lily mendapati lirik itu sudah dilanjutkan seseorang dan ada sebuah pesan yang ditinggalkan untuk Lily. Mulai saat itu, mereka sering surat-menyurat saat di kelas Kimia.
***
Awalnya aku tidak tertarik untuk membaca buku ini, namun setelah aku melihat review dari kak Maggie di youtube, aku menjadi penasaran dengan ceritanya. Aku selalu suka dengan review-review kak Maggie di channelnya dan aku percaya dengan buku-buku yang dia rekomendasikan. Jadi aku memutuskan untuk membaca buku ini juga, karena dia memberikan lima bintang untuk buku ini.
Di sekolah, Lily memiliki nama julukan 'magnet' di buku ini juga dijelaskan mengapa dia dipanggil seperti itu. Sifat Lily itu sebenarnya terlalu pesimis, seperti saat ia takut gagal dengan lagu-lagu yang dia buat. Lily lebih menyukai tempat yang sepi dari pada ramai, ia juga sering menuliskan kata-kata yang ia temukan dan jarang digunakan untuk referensi tulisannya, hal ini sebenarnya sama denganku, jadi aku tahu apa yang dirasakan Lily. Lily ini orangnya lucu, aku pernah dibuat senyum sekaligus tertawa karena membaca buku ini, tapi sayang aku lupa di bagian mana. Ia juga hanya memiliki satu sahabat yang sangat baik dan setia, yaitu Isabel. Isabel juga berusaha keras untuk Lily, ia berjuang membantu Lily mencari pacar meski usahanya sia-sia, sedangkan Lily malah tidak pernah cocok dengan pilihan Isabel. Lily ini sebenarnya termasuk dalam kategori 'menyedihkan' untuk anak SMA sekarang ini, karena dia hanya memiliki satu teman dan selalu dipermainkan oleh Sasha. Sasha itu memang orang yang sangat menyebalkan, huh! Lily memiliki dua adik bernama Jonah dan Wyatt, dan satu kakak perembuan bernama Ashley. Lily memanggil adiknya dengan sebutan "Makhluk Nomor Dua"--untuk adiknya yang paling kecil, begitu pula untuk adiknya yang pertama. Menurutku panggilan itu lucu.
Lucas, laki-laki yang awalnya disukai Lily. Aku sebenarnya berharap dia akan sering muncul dan mengganggu kedekatan Lily dengan si 'itu',
Cade Jennings, laki-laki populer di sekolah Lily sama seperti si Lucas. Bedanya, Lucas itu baik dan Cade ini sangat menyebalkan. Tapi tindakan dia saat terakhir itu sangat-sangat manis, tahu kan bagian mana yang kumaksud. Aku sempat gemas dengan tindakan Cade saat berusaha menangkap Kelinci Jonah dan Wyatt itu.
Yang terakhir adalah keluarga Lily. Keluarga Lily menurutku memang sangat aneh, terlebih lagi kedua orang tuanya. Mereka juga memiliki berbagai tradisi yang membuatku menyebut mereka ini 'aneh'. Meski aneh, tapi kelakuan mereka itu yang paling aku suka dalam buku ini, selalu berhasil membuatku senyum atau tertawa. Wyatt dan Jonah adalah tokoh kesukaanku di sini. Oh, ya, jangan lupa dengan kelinci mereka juga! Mereka sangat-sangat menggemaskan >.<
***
"Cinta. Nah, itu langka dalam duniaku. Setidaknya, versi cinta yang romantis." – halaman 5
Sama seperti buku-buku yang lain, PS I Like You ini pun juga memiliki kekurangan. Aku akan menyebutkan apa saja kekurangan (menurut pendapatku) buku ini.
Yang pertama, alurnya. Alur buku ini itu sangat lambat. Aku itu orang yang kurang menyukai alur sangat lambat seperti ini, aku lebih prefer ke alur yang cepat. Aku baru mulai merasakan keseruan saat akan menuju akhir, itu pun tidak ada seratus halaman. Di akhir sebenarnya aku juga merasa cukup kecewa, kenapa? Karena aku masih penasaran dengan nasib Lily mengikuti kompetisi menulis lirik lagu tersebut. Kenapa itu tidak dituliskan dalam cerita ini?
Pada halaman 68 atas, "...ingin menjadi Blackout..." Mungkin itu seharusnya ingin menjadi Lyssa Prim(?) karena di awal cerita, si penulis surat ingin menjadi Lyssa. CMIIW.
Pada halaman 144, nama Lucas ditulis menggunakan 'k', sehingga menjadi Lukas. Jadi yang mana yang benar? Lucas atau Lukas?
Saat satu bab yang berisi surat-menyurat antara Lliy dan sahabat penanya itu pun juga membuat bosan. Padahal kan itu inti dari pertemuan mereka berdua, seharusnya satu bab itu bisa menyenangkan, bukan malah membuat bosan.
Sebelum mempublikasikan review ini, aku kembali melihat note yang kutulis di hp. Saat membacanya, tertulis 'halaman 55 dan 56 bagian atas'. Setelah aku membuka novel ini dan melihat apa yang ada pada halaman itu, aku tidak menemukan sesuatu😅. Apa aku kelewatan membacanya, ya? Jadi maaf, aku tidak tahu apa yang mau aku koreksi pada halaman itu. Aku menyesal dulu tidak menulis kelengkapannya di note.
Sebelum mempublikasikan review ini, aku kembali melihat note yang kutulis di hp. Saat membacanya, tertulis 'halaman 55 dan 56 bagian atas'. Setelah aku membuka novel ini dan melihat apa yang ada pada halaman itu, aku tidak menemukan sesuatu😅. Apa aku kelewatan membacanya, ya? Jadi maaf, aku tidak tahu apa yang mau aku koreksi pada halaman itu. Aku menyesal dulu tidak menulis kelengkapannya di note.
***
Untuk hal yang kusuka, juga ada beberapa;
1. Akhir kisah percintaan Lily. Menurutku itu cukup manis untuk cerita dalam sebuah buku. Namun untuk di dunia nyata mungkin ngga ada, ya. Aku ingin memiliki momem seperti yang dialami Lily ini. Kisah SMAku sekarang memang tidak semanis yang ada dalam buku ini. Bahkan, aku belum merasakan hal-hal yang manis itu. Tapi buku ini sudah mewakili rasa ingin tahuku, dan aku menyukai hal manisnyaa!💙
2. Masalah Lily dengan Isabel. Sewaktu mereka bertengkar, aku lupa di halaman berapa. Aku merasa ingin menangis saat membaca bagian itu. Bukan karena aku cengeng atau baperan, tapi karena aku pernah mengalami hal itu. Masalah mereka ini menjadi kesukaanku, karena bisa menggetarkan hatiku untuk sesaat dan membuatku lambskin mengingat masa lalu.
3. Waktu terungkapnya sahabat pena Lily. Kejadian ini sebenarnya tidak terduga, karena dalam situasi yang seperti 'itu', mereka malah bertemu dan mengungkapkan kejujuran. Memang sih, dari awalã„§bahkan sebelum membacanya, sudah tertebak siapa teman pena Lily ini. Tapi proses terungkapnya itu loh, bikin gemashh >.<
4. Kelakuan Jonah, Wyatt dan Bugs Rabbit! Seperti yang sudah ku katakan di awal, mereka selalu bisa membuatku tersenyum dan tertawa. Kelakuan mereka ini menambah hal yang kusuka dalam buku ini, dan membuat ceritanya tidak terlalu membosankan karena alur lambatnya.
5. Bookmark dan cover, tentu saja! Seperti yang pernah aku katakan di review Everything, Eveything karya Nicola Yoon. Spring memang ahlinya dalam membuat pembatas dan sampul buku. Pasti selalu cantikk!💜
***
"Semua kata-kata sedang digunakan oleh buku-buku. Waktu aku masih kecil, itulah yang selalu kupikirkan. Bahwa orang-orang diminta untuk diam supaya kata-kata mereka tidak dicuri oleh buku. Kupikir buku perlu kata-kata agar bisa tercipta. Yah, jelas itu memang benar, tapi kupikir buku membutuhkan kata-kata yang diucapkan. Ya... aku memang sudah aneh sejak dulu." ã„§ halaman 114
Overall, I give this 3/5🌟's! for all the sweet things in this book! Sampai bertemu di kesempatan selanjutnyaa ^^. Kalian juga bisa melihat daily review PS I Like You ini di akun bookstagramku https://www.instagram.com/skyreads/ atau bisa liat di daily review Reader Squad https://www.instagram.com/readersquad.id/

0 comments:
Post a Comment